Bý:. hmk_hendra@yahoo.com
Tepat sang surya di atas kepala
Tepat teriknya sangat terasa
Ingat semua yang telah ada
Siapakah pencipta?
Bedug berdengung
Adzan berkumandang
Hati bersenandung
Tirukan suara adzan
Masih dalam pekerjaan
Ketika bedug dhuhur terdengar
Masih larut kesibukan
Kala dengar adzan samar
Masih ingin terus melaju
Gapai dunia, jadi nomor satu
Tiba-tiba temanku
Mengingatkan diriku
Akan kemuliaan sholat itu
Lalu. , .
Bersama menuju surau
Tempat suara asal bedug
Yang buat hatiku dag-dig-dug
Terasa seakan digebuk
Palu neraka terkutuk
Hingga aku sadar
Hanya orang sabar
lagi tawakal
Yang akan terhindar
dari naar
Semoga shalatku. , .
Menambah keimananku. , .
Dan keridhoan-Nya padaku. , .
Tak lupakan rezekiku. , .
Kesehatanku. , .
Keluargaku. , .
Karna aku tahu. , .
Hidup terbatas waktu. , .
Bý:. hmk_hendra@yahoo.com
Masih terlintas di benakku
Bayangan ketika kau masih bersamaku
Mengenyam ilmu cinta
Mengukir kasih sayang
Merangkaikan keindahan
Tengah semester kau pun masih ada
Masih berkisah bertema cinta
Kau dan aku masih satu rasa
Ingin wujudkan mimpi kita
Berdua. , .
Semester gasal pun dimulai
Ujianpun kita gapai
Penuh persoalan yang terjadi
Banyak pula trik-trik yang kita jalani
Namun. , .
Pada semester genap
Kaupun kini lenyap
Entah siapa yang melahap
Dalam hati terus mencari
Adakah kau disini ?
Disini. , . ?
Disini. , . ?
Namun apa yang terjadi
Kisah cintaku berakhir tragis
Dan akupun kini menangis
Waktu pengumuman itu
Aku hanya bisa tersedu
Dia berikrar telah jadi milikmu
Ingin ku berontak, tapi itu jodohmu
Semuanya karna, kau yang pura-pura mencintaiku
Air mataku terus mengalir
Pecah kepalaku untuk berfikir
Inilah sebuah akhir
Ketika cinta tak berijazah
ah. , .
Kemana aku harus melangkah ?
Bý:. hmk_hendra@yahoo.com
Ingatkah kau satu bait
Tentang aku dan rasa sakit
Yang terus kita coba hadapi
Tuk meraih insan sejati
Kau pernah berpetuah
Jangan mudah menyerah dan kalah
Namun harus tegar dan bersinar
Gapai masa depanmu dengan benar
Waktu ku sepi sendiri
Lihatlah kau ada disini
Terangkanku bak mentari
Indahnya waktu pun dapat kulalui
Tapi mengapa kini kau
Berikan kamboja layu untukku
Kepedihanpun terus meranjauku
Oh,tidak. , . !
Tak mungkin, Bapak. , . !
Kau tahu rapuhnya sang anak
Kemanakah lagi kini ku berpijak
Bunga kamboja pun layu
Kaupun tinggal bayangan semu
Haru biru hinggap di hidupku
Fatamorgana ilusi yang terjadi
Fikiranku kosong
Sejak kehilanganmu
Aku jadi manusia bloon
Tanpa senyummu
Entah kenapa terus kepikiran
Andai saja kau bisa datang
Cerahkan hariku. , .
Sirnakan kamboja layu. , .


Jumat, 21 Mei 2010